Walnut, Kacang Paling Sehat

Walnuts

KOMPAS.com – Kacang sering disebut sebagai cemilan sehat. Mengonsumsi segenggam kacang setiap hari bisa memperbaiki berbagai kondisi kesehatan, dari menurunkan Kolesterol, melindungi diri dari penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, meningkatkan kesuburan, hingga mencegah pikun.

Bila Anda memang hobi ngemil kacang, pastikan walnut menjadi salah satu pilihan Anda. Peneliti dari University of Scranton Chemistry, Pennsylvania, baru saja menganalisa kadar antioksidan dari sembilan jenis kacang. Mereka mendapati bahwa segenggam walnut memiliki antioksidan dua kali lipat lebih banyak daripada jenis kacang lainnya. Nilai gizi walnut disebut-sebut melebihi peanut, almon, pecan, dan pistachio.

Walnut juga memperlihatkan kualitas dan potensi yang lebih baik. Apalagi, umumnya kacang ini bisa dimakan mentah, menjadikannya pilihan yang lebih sehat. “Panas dari kacang panggang umumnya mengurangi kualitas antioksidannya. Orang kan biasanya makan walnut mentah, atau tidak dipanggang, dan mereka mendapatkan antioksidannya dengan efektivitas penuh,” papar Dr Joe Vinson, PhD, pemimpin studi ini.

Menurut Dr Vinson, kacang mengandung lemak tak jenuh ganda dan lemak jenuh tunggal yang lebih sehat daripada lemak jenuh yang berpotensi menyumbat pembuluh darah. Dari segi kalori, kacang juga tidak menyebabkan penambahan berat badan. Malahan, kita bisa merasa perut lebih penuh dan tidak makan berlebihan.

Meskipun begitu, sebaiknya Anda membatasi porsi kacang walnut ini saat ngemil. Untuk mendapatkan manfaat sehatnya, walnut hanya baik bila dikonsumsi sekitar tujuh butir per hari.

sumber: health.kompas.com

Walnut si Kacang Super!

walnutcontent

Ingin menghindari kanker dengan cara yang sederhana? Cukup makan kacang ini. Bentuknya bergelombang tak teratur. Rasanya gurih renyah. Kacang yang satu ini punya sejumlah khasiat hebat yang belum banyak dikenal. Apa saja khasiatnya?
Kini banyak bermunculan makanan dan minuman yang mengandung antioksidan, entah memang benar demikian atau hanya strategi pemasaran. Meskipun begitu, Anda bisa mendapatkan asupan makanan yang mengandung antioksidan dari kacang-kacangan seperti walnut. Diantara sekian banyak jenis kacang yang ada, walnut adalah salah satu  jenis kacang yang dapat membantu tubuh melawan kanker, sakit jantung, hingga penuaan.

Penelitian Joe Vinson, seorang profesor di Scranton Univesity, seperti dilansir the American Chemical Society, menemukan bahwa dalam satu gram walnut mengandung 70 unit senyawa polyphenol. Antioksidan ini lebih tinggi dibandingkan jenis kacang lainnya. Polyphenol juga 15 kali lebih besar manfaatnya jika dibandingkan dengan sumber vitamin E lainnya.

“Dua puluh delapan gram walnut mengandung antioksidan lebih dari rata-rata yang didapat seseorang yang sudah memakan buah dan sayur dalam jumlah yang besar,” ujar Vinson.

Hal ini bukan berarti harus menggantikan bayam dan apel untuk semagkuk walnut, karena bayam dan apel juga mengandung antioksidan. Namun, walnut bisa membantu  memenuhi kebutuhan vitamin E sekaligus antioksidan yang dibutuhkan sehari-hari jika tidak bisa didapat dari makanan lain.

Meskipun kacang sangat baik, namun tidak semua orang sudah memahami arti pentingnya. Karena sebagian dari mereka menghindari kacang karena takut akan kalori dan juga lemaknya yang tinggi. Kenyataannya, lemak yang terdapat pada kacang adalah lemak tak jenuh yang tidak membahayakan jantung dan  tidak meningkatkan kolesterol. Kacang juga rendah karbohidrat, sehingga bisa menyeimbangkan program diet Anda tanpa harus merasa kelaparan.

Jika Anda tidak bisa mendapatkan walnut, Anda bisa menggantinya dengan pistachio, almond, pecan, macadamia, kenari,  dan juga kacang Brazil. Pastikan salah satu jenis kacang tadi masuk ke dalam daftar menu atau camilan agar Anda bisa merasakan manfaat dari antioksidannya.
(Odi/eka)

sumber: food.detik.com (Turini)